Sintesis Peptida Hasil Hidrolis enzim sebagai Kandidat Antimikroba

Sintesis Peptida Hasil Hidrolis enzim sebagai Kandidat Antimikroba.
Saturday, 11 October 2014 07:06

Penggunaan antibiotika diketahui dapat menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan seperti resistensi, residu dan alergi, dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi. Susu kambing sudah lama dikonsumsi masyarakat sebagai pengganti susu sapi terutama bagi yang menderita alergi. Susu kambing juga mengandung protein dan berbagai asam amino yang diperlukan tubuh. Sebagian protein tersebut mengandung peptida-peptida bioaktif yang biasanya belum menunjukkan aktivitasnya apabila masih terikat dalam bentuk alamiahnya. Oleh karena itu diperlukan proses untuk melepaskan peptida dari bentuk alamiahnya diantaranya melalui hidrolisis enzimatik.

Pada penelitian ini digunakan enzim protease bromelin, trypsin dan chymotrypsin untuk menghidrolisis protein susu kambing sehingga diperoleh peptida bioaktif terutama yang bersifat antimikroba.

Tahap pertama setelah hidrolisis adalah skrining untuk mendapatkan peptida antimikroba dengan optimasi proses hidrolisis terutama untuk waktu dan pH. Hidrolisat bromelin dari susu kambing yang dihidrolisis menggunakan enzim bromelin pada suhu 50oC, 60 menit dan pH 6 menunjukkan aktivitas yang lebih baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella typhimurium, Escherichia coli, Listeria monocytogenes dan khamir Candida albicans daripada hidrolisat yang lain. Hidrolisat terpilih ini selanjutnya dikering bekukan untuk diujikan lebih lanjut dengan mikroba yang sama.

Fraksinasi terhadap hidrolisat yang dilakukan menggunakan membran menunjukkan bahwa filtrasi dapat meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap S.typhimurium tetapi menurunkan aktivitasnya terhadap E. coli. Karakterisasi peptida menunjukkan bahwa peptida yang aktif mempunyai berat molekul antara 4,6-50 KDa. Uji hemolitik juga menunjukkan bahwa peptida antimikroba yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi yang ditandai dengan kemampuan untuk melisiskan sel darah merah yang sangat rendah. Hasil tersebut cukup menjanjikan bahwa peptida tersebut dapat digunakan sebagai antimikroba yang aman.

Sumber : http://bbalitvet.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/kepala-balai/index.php?option=com_content&view=category&id=62:bakteriologi&Itemid=65

(Visited 40 times, 1 visits today)

Hits: 16

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*